FW: penting untuk kesehatan Jiwa
“Untuk bertahan hidup, kita membutuhkan 4 pelukan sehari. Untuk kesehatan, kita butuh 8 pelukan perhari. Untuk pertumbuhan, awet muda, kebahagiaan, kita perlu 12 pelukan perhari,” kata Virginia Satir, terapis keluarga.
Mungkin, Anda sedikit heran, benarkah pelukan memiliki kekuatan yang begitu hebat, hingga bisa membuat sehat, panjang umur, dan awet muda?
Kapan terakhir kali Anda memeluk seseorang atau seseorang memeluk Anda? Jika jawabannya jarang atau bahkan tidak pernah sama sekali, coba ingat-ingat, apa yang belakangan ini Anda rasakan? Bisa jadi Anda sering sakit-sakitan, depresi, stres, sakit kepala, dan emosional.
Berbagai penelitian menunjukkan terapi pelukan bisa menyembuhkan penyakit fisik dan psikis. Bisa mengatasi stres, depresi dan lain-lain. Orang yang dipeluk, ataupun memeluk, merasakan adanya kekuatan cinta yang mengelilingi mereka.. Kekuatan ini yang membuat kekebalan tubuh kita semakin meningkat.
Pelukan Damai
Saat berpelukan, tubuh melepaskan oxytocin , hormon yang berhubungan dengan perasaan damai dan cinta. Hormon oxytocin ini membuat jantung dan pikiran sehat. Hormon oxytocin ini baru bisa keluar jika manusia memiliki kehidupan sehat, merasa damai dan tentram.
Terapi pelukan hampir sama dengan terapi jalan kaki. Terapi pelukan meningkatkan keseimbangan tubuh, kesehatan, dan mengurangi tingkat stres, khususnya para profesional muda yang bekerja di kota metropolitan.
Pelukan bukan berarti Anda harus mencari suami atau kekasih untuk melakukan hal ini. Pelukan dapat dilakukan pada siapa saja dengan penuh kasih dan damai. Tentu saja pelukan ini bukan berkonotasi negatif apalagi mengikutsertakan gairah.
Pelukan ini juga bukan ‘pelukan sosial’, seperti berjabat tangan, mencium pipi kiri dan kanan, seperti yang dilakukan oleh budaya masyarakat beberapa negara pada saat pesta atau pertama kali bertemu.
Pelukan yang dimaksud adalah pelukan saling menyentuh, tubuh dengan tubuh saling mengikat dan menyentuh. Ketika saling berpelukan, akan terasa perasaan nyaman dan damai.
Di Indonesia juga beberapa negara lainnya berpelukan hanya dilakukan pada pasangan suami istri, saudara, orang tua ke anaknya. Di Amerika sebuah lembaga ada yang mengkoordinir untuk mengadakan Free Hug di jalanan. Jangan kaget jika suatu hari, saat Anda berkunjung ke Amerika dan Eropa, melihat beberapa orang dengan papan besar di dada, bertuliskan Free Hug. Mereka adalah para relawan yang memberikan terapi pelukan pada setiap orang yang membutuhkan.
Anak Tumbuh Sehat
“Tapi, kita harus ingat. Walau sekadar jabat tangan dan menyentuh pipi dengan pipi, ini juga ada manfaatnya. Ada rasa kehangatan ketika kita saling berjabat tangan. Namun bila ini dilakukan lebih dari ini, yaitu dengan pelukan erat. Tentu lebih bermanfaat, unsur terapinya lebih tinggi,“ ujar Dr. Bhagat, salah satu doktor yang meneliti pengaruh pelukan di India .
Diharapkan masyarakat mengerti akan manfaat sentuhan dan pelukan. Sehingga pasangan suami istri, semakin sering berpelukan dan bersentuhan. Juga makin sering memeluk anak-anaknya.
Seluruh bagian di kulit kita memiliki organ perasa. Dari ujung kaki hingga kepala adalah area yang sensitif bila disentuh. Bahkan ketika bayi masih di dalam kandungan walau dilindungi air ketuban, ia sangat menyukai sentuhan kasih sayang dari ke dua orang tuanya. Jika sering disentuh, bayi dalam kandungan akan tumbuh menjadi bayi yang sehat dengan pertumbuhan yang bagus. Selain itu secara psikis bayi akan tumbuh menjadi seorang yang penyayang.
Anak-anak yang sering disentuh, dibelai dan dipeluk oleh orang tuanya juga akan tumbuh menjadi anak yang sehat. Mereka akan merasa nyaman dan memiliki kepercayaan diri. Pertumbuhan dan kesehatan pun lebih bagus dibanding dengan anak-anak yang jarang disentuh, dibelai dan dipeluk.
Pada orang tua pun, sentuhan dan pelukan sangat berarti. Apalagi pada saat kehilangan seseorang, depresi, stres. Dengan berpelukan, orang dewasa merasa ada orang yang memperhatikan, ada orang yang mencintainya, membutuhkannya. Seluruh kulit kita, sangat peka dengan pelukan, dan sangat membutuhkan sentuhan hangat dan erat.
Transformasi Rasa Nyaman
Seorang master reiki di Mumbai , India , berkata,” pelukan salah satu alat untuk bertransformasi. Dengan pelukan satu pribadi dengan pribadi lain semakin dekat. Jika hubungan Anda dengan orang lain renggang. Salah satu cara agar hubungan itu menghangat dengan memeluknya. Jika rumah tangga Anda diambang kehancuran, cobalah memeluk pasangan Anda 20 kali sehari. Saya yakin Anda berdua tak akan bercerai. Selain itu, hidup Anda berdua akan lebih bahagia, sehat, dan awet muda. Serta Anda akan terhindar dari stress dan depresi.”
Dr. Harold Voth, senior psikiater di Kansas, Amerika Serikat telah melakukan riset dengan beberapa ratus orang. Hasilnya, mereka yang berpelukan mampu mengusir depresi, meningkatkan kekebalan tubuh, awet muda, tidur lebih nyenyak, lebih sehat.
Jika Bayi atau anak-anak rewel atau sakit. Jangan biarkan mereka sendirian. Peluklah. Dengan memeluk, mereka akan merasa nyaman. Sehingga kekebalan tubuhnya lebih baik, dan kesehatan mereka pun akan jauh lebih baik. Anda sebagai orang tua pun mendapatkan efek baik dari terapi pelukan ini. Anda akan jauh lebih sehat, muda, terbebas dari depresi. Pelukan dapat menyembukan sakit fisik dan psikis. Sentuhan yang dihasilkan dari pelukan membantu mengurangi rasa sakit.
Beberapa penyakit parah sering kali membuat penderitanya merasa prustasi, marah, tak mungkin penyakitnya bisa disembuhkan. Dengan pelukan, pasien yang prustasi ini merasa nyaman. Pelukan memberikan energi positif pada emosi pasien. Sehingga mengubah emosi negatifnya menjadi emosi positif. Apalagi bila pasien mendapatkan pelukan dari orang yang dicintainya. Bukankah cinta itu adalah kekuatan yang maha dahsyat, dan pelukan adalah salah satu cara untuk menyatakan cinta, atau suatu bentuk cinta.
Jadi tunggu apa lagi……. ???
1st ANNIVERSARY #GAJEBO DALNET
Jalan Berliku Kaum Homo Menuju Pelaminan
| Pranata hukum, ajaran agama, dan norma sosial emoh menerima kehadirannya. Namun, mereka terus "berjuang" untuk mendapat pengakuan, termasuk lewat lembaga perkawinan. Puncak ekspresi kebebasan kaum homo, yang jumlahnya mencapai puluhan ribu. | |
ADA dua cinta yang tumbuh dan bersemi di sebuah pondok nan asri di Desa Jadigan, Kecamatan Sewon, Bantul, Yogyakarta. Cinta pertama tertambat kepada seekor anjing, yang oleh si empunya dinamakan "Cinta". Cinta kedua berlabuh di relung hati pasangan "suami-istri" William Johanes dan Philip Iswardono. Layaknya sejoli yang dimabuk cinta, bila senja tiba, keduanya kerap bercengkerama di gazebo yang terletak di pekarangan belakang rumah. Tentunya dengan ditemani "Cinta". "Kami hidup bahagia," kata Philip, yang ditimpali anggukan kepala oleh William. Laksana sebuah keluarga harmonis, kemesraan itu sebetulnya wajar adanya. Namun, kesan ini jadi nyeleneh dan aneh karena Wim dan Philip — demikian sapaan akrab keduanya — tak lain adalah pasangan sejenis atawa homoseksual. Wim, 59 tahun, pria tulen asal Belanda. Sedangkan Philip, 37 tahun, laki-laki kemayu asli Yogyakarta. Mereka agaknya menjadi pasangan hombreng pertama di Tanah Air yang melegalkan hubungannya lewat tali perkawinan. Walau pesta perkawinan sejenis telah digelar di Planet Pyramid, restoran ternama di Jalan Parangtritis, Yogyakarta, 6 September lalu, hingga pekan ini ceritanya masih jadi buah bibir di "kota gudeg" itu. Dalam resepsi yang cukup meriah itu, hadir sekitar 400 tamu undangan. Mereka kebanyakan rekan bisnis dan kenalan dekat kedua mempelai, serta teman sesama gay. Sedangkan dari sanak keluarga tak terlalu banyak yang hadir. Dari tujuh kakaknya, hanya lima orang yang sudi datang ke pesta perkawinan. Sisanya absen karena tak bisa menerima langkah si bungsu yang dianggapnya telah menyimpang dari ajaran Katolik, agama yang dianut keluarga sederhana ini. Bahkan Jasmani, kakak iparnya, yang diminta memberi sambutan mewakili keluarga, urung datang. Ia merasa tak punya rangkaian kata yang pas untuk disampaikan. "Aku suruh ngomong apa?" katanya. Adapun orangtua Philip, Tugiman Sastro dan Waringah, keduanya sudah meninggal. | |
| Kisah kasih pasangan gay ini cukup panjang dan berliku. Awal cerita bertepatan dengan keruntuhan rezim Soeharto. Kala itu, Mei 1998, Wim yang bekerja sebagai wartawan di NOS News Television, sebuah stasiun televisi swasta di Negeri Belanda, bertugas meliput aksi demo di Jakarta. Usai menunaikan tugasnya, Wim diajak koleganya,Vincent yang juga jurnalis, berkunjung ke Yogyakarta. Kebetulan, ketika itu ada Sekatenan di alun-alun Yogyakarta. Di tengah hiruk-pikuk pesta rakyat tahunan inilah kedua pasangan itu berkenalan. | |
| Philip, yang mengaku mulai "meletek" — istilah bagi gay yang mulai terjun ke dunianya — sejak duduk di bangku sekolah menengah umum, langsung mengangguk ketika Wim mengajak kencan. Selama dua hari pasangan anyar ini pelesiran ke berbagai tempat wisata di kota gudeg. Namun, pertemuan itu belum mengarah serius. Hubungan di antara keduanya putus begitu saja kala Wim harus kembali ke tanah airnya. "Dunia gay itu dunia yang gonta-ganti pasangan. Jadi, ketika itu tidak saya follow up-i," kata lelaki yang sempat tiga tahun bekerja pada sebuah salon kecantikan di kawasan Cemorojajar, Yogya, ini. Pertautan keduanya kembali nyambung kala Wim datang lagi ke Indonesia untuk berlibur, pada tahun 2000. Itu pun lewat upaya pencarian cukup alot. Untuk bisa kembali menemukan Philip, Londo berkepala botak ini sempat menelusuri beberapa tempat mangkal gay di Yogya. Toh, semua gay yang ditemuinya dan ditanya tak satu pun yang kenal Philip. Rupanya naluri jurnalis Wim muncul. Lewat sohib Philip di Solo, Wim berhasil melacak keberadaan Philip. Dari sang sobat, Wim mendapatkan nomor ponsel Philip. Ketika itu, yang diuber sedang di Bali. Wim, yang sudah ngebet ingin melepas kangen, langsung menyusul. Kencan babak kedua pun berlangsung di Pulau Dewata selama sebulan. "Kami bisa menemukan kebahagiaan kembali," kata Wim. Sejak itulah hubungan mereka makin serius. Philip sempat melakukan kunjungan balasan ke Belanda, Februari 2001. Tiga bulan kemudian, Wim mulai berani menyambangi rumah Philip di Jedigan, sekaligus menyatakan akan menikahi Philip. Di sinilah, sebelum hasrat ini terwujud, jalan berliku harus dilewati keduanya. Selama penjajakan, Wim harus enam kali bolak balik Yogya-Belanda untuk mendapat restu dari keluarga. Terutama lampu hijau dari keluarga Philip yang kala itu menganggap perkawinan ini sebagai rencana tak waras. "Rapat pleno" keluarga digelar untuk menanggapi rencana si bungsu. Ternyata, walau Philip sudah melancarkan berbagai lobi, rapat memutuskan: menolak. "Bagaimanapun, saya menghendaki kamu kawin secara normal, dan punya keturunan lazimnya banyak orang," kata Suwarti, 47 tahun, menasihati adiknya, Philip, kala itu. Bahkan ancaman pun meluncur. Jika Philip tetap nekat, tak satu keluarga pun akan datang, baik ketika misa pemberkatan maupun syukuran. Maklum saja, hampir semua keluarga Philip adalah penggiat gereja yang tahu bahwa perkawinan sejenis ditentang ajaran agama mereka. Toh, ancaman itu tak membuat niat Philip jadi surut. "Kalau saya menuruti semua sedulur (saudara), keluarga besar akan bahagia. Namun, batin saya akan menderita karena tak sesuai dengan jiwa dan hati saya," kata "buceri" alias bule mencat sendiri, julukan untuk Philip karena mengecat rambutnya dengan warna merah, menimpali. Ia pun meneruskan langkahnya. Laksana calon manten pada umumnya, laki-laki beranting di kuping kanannya ini mengurus segala persyaratan administrasi perkawinan. Termasuk minta surat keterangan dari Kasihono, Kepala Dusun Karangjati. Lain Philip, lain pula Wim. Penulis cerita anak-anak ini lancar-lancar saja mendapat restu keluarga. Termasuk dari bekas istrinya. Alur cerita gay yang satu ini memang unik. Semula ia menjalani kehidupan sebagai lelaki biasa dengan orientasi seks hetero. Namun, setelah menikah, naluri gay-nya muncul. "Setelah punya anak pertama disusul dengan anak kedua, hasrat seks dengan laki-laki lebih tinggi ketimbang dengan perempuan," kata Wim. Tak lama kemudian, ia pun mengakhiri perkawinan pertamanya. Kalaupun ada ganjalan, itu terjadi ketika Wim dan Philip berbeda pendapat dalam memilih tempat bermukim selepas perkawinan. Masing-masing bersikukuh ingin tetap tinggal di negara asalnya. Akhirnya Wim mengalah. "Saya senang Belanda hanya untuk rekreasi," katanya. Kebetulan, masa kerjanya pun menjelang akhir. Wim pensiun per 1 September lalu. Setelah segala halangan teratasi, akhirnya Philip resmi dipersunting Wim pada 23 Juli lalu. Rangkaian acara pernikahan berlangsung khidmat sekitar satu setengah jam. Acara dimulai dengan kumpul bareng di rumah Wim di kota Leusden, Belanda, sebagai persiapan. Sekitar 30 orang hadir, termasuk dua anak Wim yang datang sambil menenteng kado berupa foto keluarga. Sedangkan Philip hanya ditemani sohibnya sesama gay, Tommy dan Deddy, yang juga bertindak sebagai saksi. Dari rumah Wim, selanjutnya rombongan berjalan kaki ke balai kota yang jaraknya hanya 400 meter. Di balai kota, mereka dinikahkan secara sipil oleh pejabat setempat, setelah sebelumnya saling memasukkan cincin sebagai bukti ikatan mereka. . | |
| Usai acara di balai kota, rombongan kembali berjalan sejauh 500 meter menuju Gereja Katolik Roma Santo Yosep. Di altar utama gereja tersebut, kedua mempelai mengucapkan janji setia yang disaksikan Pastor O. Swijnenberg. Prosesi yang berbeda dengan perkawinan umumnya, di mana janji setia diucapkan pastor dan ditirukan mempelai. Dalam sambutannya, pastor mengatakan bahwa ia tak akan melakukan apa yang dilarang Gereja Katolik. Tapi, katanya, ia akan melakukan sesuatu yang bisa dilakukannya. | |
Pakaian yang dikenakan kedua mempelai tak seperti pengantin umumnya. Keduanya rnenggunakan setelan jas. Philip menggunakan jas warna putih dan rompi dalam warna cokelat dengan dasi putih kotak-kotak. Sedangkan Wim mengenakan setelan jas warna hitam dengan rompi dalam warna merah emas serta dasi warna cokelat. "Ini gaun pilihan kami berdua," tutur Wim. Untuk cincin kawinnya, yang memesan adalah Philip di Yogyakarta. Beratnya Philip lupa. Hanya bentuk keduanya sama, yakni seperti dua cincin yang digandeng. Kata Phillip, bentuk itu sebagai simbol bahwa mereka yang berbeda telah dipersatukan dengan cinta. Sehari setelah perkawinan, para tamu undangan dijamu makan malam di Le Rendezvous Cafe di kota itu. Philip — bersama "suaminya", Wim — boleh jadi adalah pionir kaum homo di Indonesia yang melenggang ke perkawinan. Dan tak menutup kemungkinan bakal diikuti pasangan sejenis lainnya. Paling tidak, hasrat ini tersirat pada pasangan homo dr. Mamoto Gultom, 41 tahun, dan Hendy M. Sahertian, 30 tahun. Keduanya telah bertunangan pada 7 November 1999, bertepatan dengan berdirinya Yayasan Pelangi Kasih Nusantara (YPKN), lembaga swadaya masyarakat yang bergerak dalam pencegahan penyakit HIV/AIDS di kalangan homoseksual. Hanya saja, pasangan pendiri sekaligus penggiat YPKN ini berharap, perkawinan yang diidamkan itu berlangsung di Tanah Air. Tak perlu susah payah terbang ke Belanda. "Saya berharap, pemerintah mau menerima pasangan seperti kami," kata Hendy. Suatu harapan yang tak mudah terwujud, mengingat hukum perkawinan Indonesia tak mengakui pernikahan sejenis. Kalaupun Mamoto dan Hendy berencana nikah di Belanda, berdasarkan informasi yang masuk ke telinga Hendy, jalannya bakal tak semulus jejak Wim dan Philip. Soalnya, satu di antara seabrek persyaratannya adalah perkawinan bisa berlangsung asalkan salah seorang calon mempelai telah bermukim di Belanda sekurang-kurangnya satu tahun. "Kami masih pikir-pikir untuk sampai ke arah sana," kata Hendy. | |
Saat ini, pasangan yang pertama kali bertemu di sebuah diskotek di kawasan Jakarta Pusat ini cukup enjoy hidup bersama di sebuah rumah di Jatibening Estate, Pondok Gede, Bekasi. Di rumah sekaligus markas YPKN inilah kehidupan Mamoto dan Hendy berlangsung bak pasangan suami-istri. Gelak tawa dan keceriaan sesekali dibumbui pertengkaran. Bahkan pernah percekcokan ini berujung "perpisahan". Penyebabnya, ada orang ketiga di antara mereka. Kala itu, masing-masing kembali ke rumah keluarganya. Namun, kejadian itu tak berlangsung lama. "Saat bepisah, kami tersiksa," kata Hendy, yang sejak usia tiga bulan hidup terpisah dari orangtuanya, Maxie Sahertian dan Juliatje Corrie Anneke, yang bercerai. Mereka kembali hidup bersama setelah mendengar petuah Dr. Dede Oetomo, "presiden" Gaya Indonesia, yang telah 18 tahun mengarungi hidup bersama dengan pasangan homonya. "Tahun kedua sampai ketiga itu masa penyesuaianlah. Kalau bisa melewatinya, maka bisa selamat," bungsu dari tiga bersaudara itu menirukan ucapan Dede, kepada Hatim Ilwan dari GATRA. | |
| Sebetulnya, ujian terberat pasangan ini terjadi kala Mamoto memperkenalkan Hendy sebagai tunangan kepada keluarganya di kawasan Kebon Kacang, Jakarta Pusat. Acara perkenalan itu memang direncanakan. Ini terlihat dengan hadirnya harnpir semua sanak keluarga Mamoto. Kala itu, tak lama setelah mereka bertunangan, "bujang lapuk" ini memaparkan pilihan pasangan hidupnya. Di akhir pembicaraan, ia langsung menunjuk Hendy sebagai dambaan hati yang dimaksud. Kontan saja seisi rumah jadi heboh. Mereka terlibat percekcokan dalam bahasa Batak. Kericuhan itu memancing emosi Mamoto hingga mengamuk dan pingsan. Setelah siuman, ia langsung mengepaki pakaiannya ke dalam koper. Seperti orang linglung, ia meninggalkan pertemuan, terus berjalan kaki sambil menyeret kopernya yang besar. Sementara Hendy dengan setia terus mengikutinya. Langkah Mamoto baru berakhir di bundaran Hotel Indonesia. Tak sepatah kata pun meluncur dari keduanya. Mamoto hanya bisa tertunduk, sejurus kemudian menangis sejadi-jadinya. Kejadian serupa terulang dua hari berselang, bahkan lebih seru. Kali ini sanak saudara Mamoto dari Tarutung, Sumatera Utara, pada berdatangan. Setelah pingsan dan kembali berjalan tak keruan, Mamoto akhirnya memilih ngumpet di rumah seorang temannya. Selama dalam pelarian, kegiatan sehari-hari mereka tak terganggu. Mamoto tetap berangkat ke kantornya untuk jadi dokter pada sebuah program yang berlabel Aksi Stop AIDS, di Jalan Percetakan Negara, Jakarta Timur. Sedangkan Hendy terus giat mengomandani YPKN yang memiliki 13 staf. Permasalahan keluarga itu ternyata tak berlangsung lama. Entah bagaimana cara Mamoto mencairkan sikap sanak saudaranya. Kini, mereka hidup tenteram bersama, tanpa ada gugatan lagi dari keluarga. Sebagai orang yang lebih tua, Mamoto disepakati sebagai kepala rumah tangga, mendampingi Hendy yang sejak duduk di bangku sekolah dasar kerap diolok-oloki bencong itu. Keduanya tetap memburu angan, yakni melegalkan hubungannya lewat perkawinan. Seperti telah direngkuh pasangan Wim dan Philip. Perkawinan Wim dan Philip bisa saja jadi bentuk keberanian kaum homo dalam mengekspresikan diri. Namun, Dede Oetomo, pentolan Yayasan Gaya Nusantara, tak setuju kalau langkah itu dianggap sebagai babak baru perjuangan gay di Indonesia secara keseluruhan. "Itu belum merupakan gerakan terstruktur," kata sosiolog dari Universitas Airlangga, Surabaya, ini. Di mata Dede, "perjuangan" gay mengenal beberapa tahapan. Fase pertama awal 1980-an, ketika kaum homo berani menggulirkan wacana keberadaannya, walau secara fisik mereka masih ngumpet. Kemudian fase akhir 1980-an, unjuk diri mereka makin kentara seiring dengan kampanye bahaya penyakit AIDS. Lantas tahap setelah reformasi, kaum penyuka sejenis ini mulai memasuki wilayah politik. Fase ini ditandai dengan isu yang digelindingkan Partai Rakyat Demokratik bahwa kepentingan kaum gay perlu terwadahi di legislatif. Kini, sebuah gerakan bisa dikatakan baru, kata Dede, "Kalau sifatnya mendobrak regulasi." Tentunya, gerakan ini tak gampang bergulir. Mengingat betapa tebalnya tembok yang melindungi hukum perkawinan di Indonesia. Menurut Sri Nyantosani, SH, SU, pakar hukum perkawinan dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, perkawinan sejenis di Indonesia jelas tak dierbolehkan dan tidak sah. Sebab, syarat materiil perkawinan harus beda jenis kelaminnya, yakni laki-laki dan perempuan. Walau begitu, menurut pengajar di Pascasarjana Notarial UGM itu, bagi pasangan homo yang menikah di luar negeri, seperti pasangan Wim-Philip, secara hukum perkawinan mereka jadi sah. Dasar hukumnya, kata Sri, karena setiap negara — termasuk Indonesia — mengakui hukum yang berlaku di negara lain. Termasuk mengakui legalitas perkawinan seperti yang diatur dalam hukum Belanda. Dr. Ismet Yusuf, psikiater lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Semarang, sepakat bahwa perkawinan Wim-Philip tak bakal memicu keberanian kaum homo lainnya dalam unjuk diri. Sebab, katanya, kebanyakan dari mereka malu menunjukkan ke-gay-annya di muka umum. "Ada semacam kebimbangan dalam diri mereka," kata peneliti hubungan sejenis warok-gemblak ini kepada Syamsul Hidayat dari GATRA. Atas alasan ini pula, menurut Ismet, sebetulnya jumlah kaum homo yang "menikah" diam-diam jauh lebih banyak ketimbang yang terang-terangan mendapat legalitas. Sikap pemalu ini tercermin dari belum beraninya semua gay menyatakan diri sebagai kaum gay. Memang hasil survei YPKN menunjukkan, ada 4.000 hingga 5.000 penyuka sesama jenis di Jakarta. Sedangkan Gaya Nusantara memperkirakan, 260.000 dari enam juta penduduk Jawa Timur adalah homo. Angka-angka itu belum termasuk kaum homo di kota-kota besar. Dede memperkirakan, secara nasional jumlahnya mencapai sekitar 1 % dari total penduduk Indonesia. Kalau asumsi Dede benar, tentunya itu sebuah angka yang membelalakkan mata. HIDAYAT GUNADI, | |
Petualangan Seks Bos Playboy
New York Tua tua keladi, makin tua makin menjadi. Pernyataan itu berlaku juga untuk bos Playboy, Hugh Hefner. Setelah 82 tahun terbungkus rapat, kehidupan seks Hefner pun tersingkap.
detikhot kutip dari Contact Music, Senin (23/6/2008), kisah mencengangkan Hefner itu diungkap dalam buku 'Mr. Playboy: Hugh Hefner and the American Dream'. Buku itu ditulis Steven Watts atas persetujuan Hefner.
Dituliskan Watts, ayah 4 anak itu kerap bercinta dengan banyak partner pada waktu bersamaan. Watts menyebut istri pertama Hefner, Millie, co-founder Playboy Eldon Sellers sebagai partner bercinta pemilik Playboy Mansion tersebut.
Hefner bahkan pernah menggaet saudara iparnya sendiri. "Dahaga Hefner akan petualangan seks menjadi semakin kuat, sampai sekali waktu ia pernah merasakan jadi homoseksual," jelas Watts.
Bos majalah yang sempat bikin geger di Indonesia itu memberi akses untuk Watts. Penulis itu pun bebas menelusuri dokumen-dokumen pribadi Hefner sebelum menulis biografi bos Playboy itu. Kabarnya buku sensasional itu akan dirilis Oktober 2008 mendatang
Bayi Terlahir dengan Penis Tambahan dimana?

Jumat, 13 Juni 2008 | 09:32 WIB
HEJIAN, JUMAT - Seorang bayi baru lahir memiliki penis tambahan di punggungnya. Sang ayah, Li Jun (30), yang tinggal di Heijan, provinsi Henan, China, langsung melarikannya ke Rumah Sakit Anak Tianjin pada 27 Mei untuk menjalani operasi pengangkatan penis kedua itu.
Operasi pengangkatan yang dilakukan pada 6 Juni itu membutuhkan waktu tiga jam. Sang bayi dalam kondisi baik pascaoperasi. Dalam ilmu kedokteran, kondisi ini disebut fetus in fetu yang sangat jarang terjadi, bahkan hanya terjadi satu dari 500.000 kelahiran.
Fetus in fetu terjadi akibat ketidaksempurnan pembelahan janin yang seharusnya menjadi bayi kembar. Bayi yang berkembang tidak sempurna ini menempel di bagian tubuh saudaranya yang sempurna. Dia juga bisa menempel di perut yang disebut sebagai bayi mengandung bayi. (the sun)
Dia membawa jatidirinya sebagai gay dalam kematianya......
Kak andre..
Dia itu tipe orang yang rame, suka guyon, dan yg jd ciri khasnya adalah dia bener-bener ga bisa diem. Kalo bole dibilang kak andre lumayan beruntung di balik kemalanganya itu. dari segi materi kak andre termasuk dari keluarga yang berkecukupan. dan dari fisik kak andre orangnya jg lumayan ganteng, dengan badanya yang tinggi hidung mancung makin keren za. pantes za smua cewek-cewek suka ngejar-ngejar dia. Tetapi materi yang berkecukupan dan fisik yang di idam-idam kan banyak orang bukan berarti hidupnya bahagia, keluarga kak andre broken home. Kak andre dari kecil di besarkan oleh mamanya seorang... Itulah yang sedikit aku tau dari kak andre...
Saat itu pukul 02.30 WIB...
Mataku rasanya udah ga tahan lagi buat melek, apa lagi dengan bau RS yang khas tambah bikin aq makin klepek-klepek pengen tidur za.. Tiba-tiba aku denger suara kak andre "fi...." suara kak andre memanggil ku, lirih skali. Aku ga percaya kalo kak andre memanggil ku, setelah ku pastikan beberapa kali ternyata memang benar kak andre yang memanggil ku, dia udah siuman dari koma yg hampir 2 hari ini.
"Ya.... ada apa kak?" aku menjawap dengan nada bahagia dan juga kaget..
" fi bantu aku wudlhu (bersuci dalam islam) ya?" suaranya terdengar serak dan lemah sekali.. Aku bener-bener kaget napa tiba-tiba kak andre kok bilang kayak gitu..?
"Tayamum za yah kak? kakak kan masih lemah...?" Aku coba kasih penjelasan ke kak andre..
"gapapa kok fi aku udah kuat kok..bantu aku yah?" tiba-tiba suaranya terdengar lebih mantap dari sebelumnya. Aku ga bisa nolak lg permintaan kak andre akhirnya aku bantu kak andre berwudlu ke kamar mandi. Otomatis kudu ngoyong-ngoyong ( bawa ) infus dan nyopot oksigen segala T_T
"Rasanya lebih seger ya fi kl abiz wudlhu.." nampak secuil senyum di bibir kak andre yang hampir selama beberapa bulan ini tak nampak. Aku balas senyuman kak andre. dalam hati, aku bahagia baget mungkin kak andre bakal segera sembuh..
cukup lama kami terdiam dalam heningnya pagi, hanya detak jarum jam saja yg terdengar. Keluarga kak andre masih tertidur pulas di sebelah pojok ruangan. Mungkin mereka kecapean, hampir 1 bulan ini mereka bergantian berjaga..
"fi...." suara kak andre yang lirih memecahkan keheningan..
"Aku udah ga kuat lagi fi...." air mata kak andre tiba-tiba meleleh membasahi pipinya.
"kak, kakak kudu kuat, aku yakin kakak bukan tipe orang yang gampang nyerah gitu za.." Aku memcoba membesarkan hati kak andre sambil ku lap air matanya. hati ku ikut trenyuh mendengar kak andre bilang seperti itu. padahal dulunya kak amdre adalah orang yang anti nangis dan pantang menyerah..
"fi mungkin idup ku dah ga lama lagi..." kata-katanya terputus sesaat " ada beberapa hal yang masih mengganjal di hati ku selama ini..." Aku bener-bener kaget dengan apa yang dikatakan kak andre..
"pertama, saat kecil aku pengen banget punya papa. tapi di hidup ku yang pendek ini aku ga pernah ngrasain kasih sayang seorang papa, aku inget bener fi, saat aku msh kecil aku pernah merengek ke mama 'mama aku pengen papa' aku iri dengan teman-teman ku yang memiliki papa." suaranya terdengar samar-samar.
"setelah aku punya papa tiri, aku ga pernah dapet kasih sayang seorang ayah kecuali rasa takut dan kesendirian. mama uda ga peduli lagi ma aku lagi, mama cuma peduli ma ade ku dan papa tiriku.. aku sendiri fi, di umurku yang masih 6 tahun. aku nangis, tp aku ga tau mengapa aku merasa kesepian?. Mungkin itu karena aku masih anak-anak..." hati ku gerimis mendengar ceritanya..
"saat aku umur 17 taun, kesampean jg impian ku bertemu papa kandung ku. aku berharap papa bener-bener seperti apa yang aku bayangkan. tapi nyatanya papa ga seperti apa yang aku bayangkan. papa orang yang punya banyak istri (poligami) dan juga tipe orang-orang yang ga aku suka, pantes saja mama milih bawa aku pergi.." kak andre diam sejenak dalam tangisnya yang semakin menjadi, aku hanya bisa diam...
"Yang kedua, aku jatuh cinta mati ma seseorang. tapi sayang baget orang itu ga tau kalo aku bener-bener sayang sama dia. mungkin aku adalah orang yang kalah fi, orang yang kalah karena ga berterus terang kalo..."kata-katanya terhenti "kalo kakak cinta ma kamu fi..." aku kaget setengah mati jantungku berpacu cepat, ternyata kak andre cinta ma aku!!!
"aku nyesel mengapa ga dari dulu kakak bilangnya, ketika kakak msh sehat..mungkin ini memang aneh cowk bs cinta ma cowok, tp inilah cinta.." kak andre tersenyum kepadaku, aku hanya terdiam karena shock!
"fi mungkin itu memang yang terbaik buat kita, agar persahabatan kita ga ternoda.. Persahabatan yang membuat aku semangat menjalani hidup dikala penyakit ini menggrogoti tubuh ku..."
tanpa kusadari aku memelik kak andre dan menangis d pundanya...
"yang ketiga, dulu aku ga suka liat mama pacaran ma brondong yang lebih cocok jadi kaka ku. Tapi aku ga bs berkata apa-apa ataupun menegur mama fi. sebenernya aku ga masalah mama pacaran ma sapa tp yang ga aku suka mama nglupain anak-anaknya. Saat aku butuh mama buat sharing penyakit ini... mungkin...."
"mungkin kalo penyakit ini terdeteksi lebih awal ga bakalan seperti sekarang fi..." air mata kak andre meleleh kembali, hati ku bener-bener gerimis mendengar cerita kak andre...
suara kak andre menjadi lebih jelas " fi kakak ga nyesel semua itu terjadi pada kakak. kakak ga nyesel punya masa kecil yang malang, kakak ga nyesel punya papa yang ga pernah kakak rasakan kasih sayangnya, kakak juga ga nyesel punya mama yang cinta ma brondong sampai ngelupain anaknya, karna aku bangga punya mama yang sekuat dan setegar dia...mungkin itulah cinta fi, cinta yang ga mengenal umur.."
"kaka juga ga nyesel jadi gay..." kak andre tersenyum padaku " kakak bangga punya sahabat kayak kamu fi..makasih yah buat semuanya..." kak andre mulai batuk-batuk darah dan mimisan...aku panik sekali!!!
tp kak andre nglarang aku bangunin sapa pun....
"fi...3 hal yang bakal kakak bawa ke kematian kakak. Keyakinan kakak, jati diri kakak sebagai gay dan juga persahabatan kita..." tangan kak andre memegang erat tangan ku...
"aku pengen masuk surga fi...tapi apa Tuhan ngijinin kakak masuk surga kalo kakak ini seorang gay??" aku menangis sejadi-jadinya....
"fi jangan nangis...." kak andre menyeka air mataku dengan tangannya yang belumuran darah...
"fi, kakak yakin 'gay seperti kita juga berhak masuk surga..'Tuhan Maha Adil, kita jadi gay tentu bukan atas kehendak kita..." wajah kak andre semakin pucat..
"fi suatu saat kalo kamu punya keluarga dan punya anak, jangan kamu sia-siain anak kamu yah?" air matanya meleleh lagi...
"aku janji kak..kalo emang Tuhan ngijinin aku berkeluarga, aku ga bakal nyia-nyiain anak dan keluarga aku kak..." air mata ku pun tak henti-hentinya mengalir...
"fi kakak dah ga kuat lagi...bimbing kakak yah? jalan kakak dah kebuka..kakak dah ga sabar nyium baunya surga fi..bau bunga kasturi..bimbing kakak ya?" suara kaka andre semakin lemah...
lalu aku bisikan kalimat syahadat di telinganya, dan kakak andre mengikuti bimbingan ku dengan suara yang sangat parau. kak andre tersenyum sebelum dia pergi untuk selama-lamanya dengan membawa jatidirinya sebagai gay....
THE END....
Sumber : Boyzforum
MAMPUKAH KITA MENCINTAI TANPA SYARAT
Based on True Story..
Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yg sudah senja bahkan sudah mendekati malam,pak Suyatno 58 tahun kesehariannya diisi dengan merawat istrinya yang sakit istrinya juga sudah tua. mereka menikah sudah lebih 32 tahun
Mereka dikarunia 4 orang anak disinilah awal cobaan menerpa,setelah istrinya melahirkan anak ke empat tiba2 kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi.
Setiap hari pak suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi, dan mengangkat istrinya keatas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja dia letakkan istrinya didepan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian.
Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya tersenyum, untunglah tempat usaha pak suyatno tidak begitu jauh dari rumahnya sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan siang. sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa2 saja yg dia alami seharian.
Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi, pak suyatno sudah cukup senang bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap berangkat tidur.
Rutinitas ini dilakukan pak suyatno lebih kurang 25 tahun, dengan sabar dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke empat buah hati mereka, sekarang anak2 mereka sudah dewasa tinggal si bungsu yg masih kuliah.
Pada suatu hari ke empat anak suyatno berkumpul dirumah orang tua mereka sambil menjenguk ibunya. Karena setelah anak mereka menikah sudah tinggal dengan keluarga masing2 dan pak suyatno memutuskan ibu mereka dia yg merawat, yang dia inginkan hanya satu semua anaknya berhasil.
Dengan kalimat yg cukup hati2 anak yg sulung berkata " Pak kami ingin sekali merawat ibu semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak....... ..bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu" .
Dengan air mata berlinang anak itu melanjutkan kata2nya "sudah yg keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan mengijinkannya,
kapan bapak menikmati masa tua bapak dengan berkorban seperti ini kami sudah tidak tega melihat bapak, kami janji kami akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian".
Pak suyatno menjawab hal yg sama sekali tidak diduga anak2 mereka." Anak2ku ......... Jikalau perkawinan & hidup didunia ini hanya untuk nafsu, mungkin bapak akan menikah..... .tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian disampingku itu sudah lebih dari cukup, dia telah melahirkan kalian.. sejenak kerongkongannya tersekat,... kalian yg selalu kurindukan hadir didunia ini dengan penuh cinta yg tidak satupun dapat menghargai dengan apapun. coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaanya seperti Ini.
Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya sekarang, kalian menginginkan bapak yg masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan ibumu yg masih sakit." Sejenak meledaklah tangis anak2 pak suyatno merekapun melihat butiran2 kecil jatuh dipelupuk mata ibu suyatno.. denga pilu ditatapnya mata suami yg sangat dicintainya itu.. Sampailah akhirnya pak suyatno diundan oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada suyatno kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat Istrinya yg sudah tidak bisa apa2.. disaat itulah meledak tangis beliau dengan tamu yg hadir di studio kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru disitulah pak Suyatno bercerita.
Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak mau memberi ( memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian ) adalah kesia-siaan.
Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya, mencintai saya dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 orang anak yg lucu2.. Sekarang dia sakit karena berkorban untuk cinta kita bersama..dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya. sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit
Amoy Singkawang
Amoy merupakan panggilan khas untuk gadis Tionghoa yang belum menikah. Panggilan itu, sejauh yang bisa diketahui berlaku untuk daerah Singkawang dan sekitarnya. Saking populernya sebutan itu, sampai-sampai ada yang sejak lahir sudah diberi nama Amoy. Amoy Singkawang bukan hanya cantik. Tapi, mereka juga pekerja keras. Mereka umumnya ulet dalam bekerja. Karena itu, tak perlu heran bila pria dari mancanegara datang ke sana dan ingin memperistri Amoy Singkawang.
Satu hal yang paling saya kagumi dari para amoy ialah rasa berbakti yang tinggi kepada orangtua mereka. Kemiskinan yang terus menjerat membuat para amoy ingin mengubah nasib keluarga. Pada usia mereka yang relatif muda bahkan ada yang baru hendak menginjak usia 14 tahun, ada yang sudah memilih menjadi pahlawan keluarga. Mereka bersedia menikah dengan pria asing yang belum mereka kenal sebelumnya.
Pria asing berdatangan dari mancanegara. Mereka ada yang dari Singapura, Malaysia, Hongkong, dan terbanyak dari Taiwan. Mereka menawarkan jutaan rupiah. Tawaran itu mulai dari 5 juta sampai 20 juta rupiah. Menurut saya, rasa-rasanya sebuah harga yang terlalu murah. Bayangkan untuk mempertaruhkan nasib yang belum jelas dan masa remaja yang sangat indah, mereka hanya dihargai 5 sampai 20 juta rupiah. Bahkan untuk harga yang jauh lebih tinggi dari itu, kok nurani tidak sampai hati.
Biasanya, setelah menikah amoy-amoy itu akan diboyong ke negara si pria. Harapannya tentu saja cuma satu: para Amoy bisa mengirim uang untuk membantu keluarga setiap bulannya. Tapi, dalam kenyataannya tidak semua amoy bernasib baik. Setelah di negara si pria, ada yang dilecehkan secara seksual. Malah ada yang menjadi budak pemuas nafsu binatang. Ada juga yang harus membanting tulang siang-malam. Tak jarang pula amoy-amoy itu menjadi korban penipuan. Bahkan ada yang terpaksa harus menikah dengan pria yang catat fisiknya.
Jadi, bisa saja amoy tidak menjual diri, tapi mereka menjual hati. Namun, jeritan kepedihan dan lolongan tanggisan mereka tak pernah ada yang tahu. Mereka hidup di tempat yang asing dengan orang yang belum mereka ketahui seluk beluknya. Sebagian dari mereka terpaksa berbahasa tarzan karena bahasa mereka memang berbeda. Amoy juga tidak pernah tahu bagaimana melewati masa remaja. Dalam sejarah kehidupan mereka tidak pernah ada cerita cinta monyetnya.
Ada kisah menarik. Seorang amoy yang bernama Alang pernah bercerita, ketika menginjak usia 14 tahun, ia sudah di “ekspedisi” ke Hongkong. Oleh Mak Comblang yang membawanya, Alang dinikahkan dengan seorang pria yang cacat kedua kakinya. Semula ia menolak. Tapi, apa daya?. Hidup jauh di negeri orang, di negeri antah berantah, dengan bahasa yang berbeda, uang pun tidak punya, Alang terpaksa mengalah pada sang nasib.
Pernikahan berlangsung sederhana. Mahar nikahnya 15 juta rupiah saja. Setelah itu, Alang pun memulai kehidupan baru. Ia harus bangun pagi dan merawat suaminya. Setelah selesai Alang harus membantu di restoran milik mertuanya. Tak jarang ia dimaki. Hal itu, bukan karena ia bodoh atau tidak tahu diri. Tapi, ibu mertuanya memang cerewet.
Dua bulan sudah berlalu. Alang tetap belum begitu mengerti cerita hidupnya. Yang ia tahu, jauh-jauh ia merantau demi memperbaiki nasib keluarga. Jadinya, ia sering menanggis tanpa tahu apa yang sedang ditangisinya. Menyesali hidupkah? Atau sedang rindu kampung halaman dan keluarga? Yang ia tahu, ia harus bekerja keras di restoran mertuanya dan merawat suaminya di rumah. Ia bekerja tanpa digaji. Segala kebutuhan hidup sudah diatur oleh mertuanya.
Alang berusaha sesabar-sabarnya sambil menunggu kesempatan baik datang menyapa. Bulan-bulan berlalu, tapi kesempatan itu sepertinya tidak pernah datang mengunjungi dirinya. Mengingat kedatangannya demi keluarga, suatu saat Alang terpaksa mencuri. Ironisnya, ia mencuri uang mertuanya sendiri. Kemudian, secara diam-diam ia mengirimkan kepada orangtuanya.
Sejak itu, nasib kurang baik terus mengikuti kehidupannya. Suatu hari ia tertangkap basah mencuri uang yang ada di laci. Tak ayal lagi tamparan keras mendarat di pipinya yang lembut halus. Sejak kejadian itu, Alang tidak diperbolehkan memegang uang sepersen pun. Alang juga kerap mendapatkan perlakuan kasar. Penganiayaan fisik seolah menjadi menu wajib hidupya sehari-hari. Alang yang malang. Alang yang luar biasa. Kepahitan yang ditelannya tak pernah ia ceritakan kepada orang tuanya. Katanya, tak ingin orang tuanya bersedih.
Kondisi serupa, tentu bukan hanya cerita Alang saja. Masih banyak kisah yang sama tragisnya. Amoy-amoy itu semula ingin membahagiakan keluarga dan berharap segera keluar dari lingkaran kemiskinan. Namun, amoy tidak pernah tahu. Adik-adik atau kakak-kakak mereka menjadi malas karena sudah dimanja oleh kiriman rutin uangnya.
Sebagian orang di Singkawang menganggap satu-satunya harapan untuk keluar dari kemiskinan ya dengan cara ‘mengekpor’ anak gadis mereka. Padahal sebuah pernikahan ala ‘ekspor’ bukanlah jaminan perbaikan ekonomi. Karena itu, kalau pun terpaksa harus memilih menikah dengan pria asing, jangan mau dinikahkan begitu saja. Cek dan ricek dulu sebelum memutuskan menerima pinangan. Kenali dulu pihak keluarga si pria dan pribadi prianya sendiri. Setelah komunikasi terjalin –dan memang ada rasa suka dan suka– silahkan dilanjut.
Meskipun begitu, kita perlu salut dan angkat topi kepada amoy-amoy yang berada di luar negeri sana. Mereka pejuang, pemberani, dan berbakti pada orang tua. Namun, kita juga pantas kecewa. Kita boleh kecewa karena amoy yang berani bertarung menempuh tragika hidup itu, ternyata malah menjadi pengecut dan tidak mau menceritakan kisah pedih mereka. Lantas, kalau tidak diceritakan sisi buruknya apakah tidak akan lebih banyak lagi jatuh korban berikutnya? Semoga saja tidak.
Begitulah tragika kehidupan Amoy asal Singkawang yang kali ini dapat saya paparkan. Ini bukan fiksi dan mengumbar imaji, tapi kisah nyata yang menyayat hati. Amoy adalah representasi kaum hawa yang selalu dianggap lemah. Mereka kadang ditindas dengan semena-mena. Pendidikan yang minim, kurangnya pengetahuan, serta keluguan hati mereka, sering di manfaatkan sebagian orang yang mencari keuntungan pribadi. Ya, begitulah. Amoyku sayang dari Singkawang, amoyku malang.
Tahun 2040 - 2050 pulau - pulau tenggelam
"Mana mungkin sih tindakan satu-dua makhluk hidup di jagat semesta bisa mengganggu kondisi planet bumi yang mahabesar ini?" barangkali begitulah Anda berpikir.
Baru-baru ini, Inter-governmental Panel on ClimateChange (IPCC)mempublikasikan hasil pengamatan ilmuwan dari berbagai negara. Isinya sangat mengejutkan. Selama tahun 1990-2005, ternyata telah terjadi peningkatan suhu merata di seluruh bagian bumi, antara 0,15 - 0,3o C. Jika peningkatan suhu itu terus berlanjut, diperkirakan pada tahun 2040 (33 tahun dari sekarang) lapisan es di kutub-kutub bumi akan habis meleleh. Dan jika bumi masih terus memanas, pada tahun 2050 akan terjadi kekurangan air tawar, sehingga kelaparan pun akan meluas di seantero jagat. Udara akan sangat panas, jutaan orang berebut air dan makanan. Napas tersengal oleh asap dan debu. Rumah-rumah di pesisir terendam air laut. Luapan air laut makin lama makin luas, sehingga akhirnya menelan seluruh pulau. Harta benda akan lenyap, begitu pula nyawa manusia.
Di Indonesia, gejala serupa sudah terjadi. Sepanjang tahun 1980-2002, suhu minimum kota Polonia (Sumatera Utara) meningkat 0,17o C per tahun. Sementara, Denpasar mengalami peningkatan suhu maksimum hingga 0,87 o C per tahun. Tanda yang kasat mata adalah menghilangnya salju yang dulu menyelimuti satu-satunya tempat bersalju di Indonesia, yaitu Gunung Jayawijaya di Papua.
Hasil studi yang dilakukan ilmuwan di Pusat Pengembangan Kawasan Pesisir dan Laut, Institut Teknologi Bandung (2007), pun tak kalah mengerikan. Ternyata, permukaan air laut Teluk Jakarta meningkat setinggi 0,8 cm. Jika suhu bumi terus meningkat, maka diperkirakan,
pada tahun 2050 daerah-daerah di Jakarta (seperti : Kosambi, Penjaringan, dan Cilincing) dan Bekasi (seperti : Muaragembong, Babelan, dan Tarumajaya) akan terendam semuanya.
Dengan adanya gejala ini, sebagai warga negara kepulauan, sudah seharusnya kita khawatir. Pasalnya, pemanasan global mengancam kedaulatan negara. Es yang meleleh di kutub-kutub mengalir ke laut lepasdan menyebabkan permukaan laut bumi - termasuk laut di seputar Indonesia - terus meningkat. Pulau-pulau kecil terluar kita bisa lenyap dari peta bumi, sehingga garis kedaulatan negara bisa menyusut. Dan diperkirakan dalam 30 tahun mendatang sekitar 2000 pulau di Indonesia akan tenggelam. Bukan hanya itu, jutaan orang yang tinggal di pesisir pulau kecil pun akan kehilangan tempat tinggal. Begitu pula asset-asset usaha wisata pantai.
Peneliti senior dari Center for International Forestry Research (CIFOR), menjelaskan, pemanasan global adalah kejadian terperangkapnya radiasi gelombang panjang matahari (disebut juga gelombang panas / inframerah) yang dipancarkan bumi oleh gas-gas rumah kaca (efek rumah kaca adalah istilah untuk panas yang terperangkap di dalam atmosfer bumi dan tidak bisa menyebar). Gas-gas ini secara alami terdapat di udara (atmosfer). Penipisan lapisan ozon juga memperpanas suhu bumi. Karena,makin tipislapisan-lapisan teratas atmosfer, makin leluasa radiasi gelombang pendek matahari (termasuk ultraviolet) memasuki bumi. Pada gilirannya, radiasi gelombang pendek ini juga berubah menjadi gelombang panas, sehingga kian meningkatkan konsentrasi gas rumah kaca tadi.
Karbondioksida (CO2) adalah gas terbanyak (75%) penyumbang emisi gas rumah kaca. Setiap kali kita menggunakan bahan bakar fosil (minyak, bensin, gas alam, batubara) untuk keperluan rumah tangga, mobil, pabrik, ataupun membakar hutan, otomatis kita melepaskan CO2 ke udara. Gas lain yang juga masuk peringkat atas adalah metan (CH4,18%), ozone (O3,12%), dan clorofluorocarbon (CFC,14%). Gas metan banyak dihasilkan dari proses pembusukan materi organic seperti yang banyak terjadi di peternakan sapi. Gas metan juga dihasilkan dari penggunaan BBM untuk kendaraan. Sementara itu, emisi gas CFC banyak kulkas dan AC model
lama. Bersama gas-gas lain, uap air ikut meningkatkan suhu rumah kaca.
Gejala sangat kentara dari pemanasan global adalah berubahnya iklim. Contohnya, hujan deras masih sering datang, meski kini kita sudah memasuki bulan yang seharusnya sudah terhitung musim kemarau. Menurut perkiraan, dalam 30 tahun terakhir, pergantian musim kemarau ke musim hujan terus bergeser, dan kini jaraknya berselisih nyaris sebulan dari normal. Banyak
orang menganggap, banjir besar bulan Februari lalu yang merendam lebih dari separuh DKI Jakarta adalah akibat dari pemanasan global saja. Padahal 35% rusaknya hutan kota dan hutan di Puncak adalah penyebab makin panasnya udara Jakarta. Itu sebabnya, kerusakan hutan di
Indonesia bukan hanya menjadi masalah warga Indonesia , melainkan juga warga dunia.
Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), mengatakan, Indonesia pantas malu karena telah menjadi Negara terbesar ke-3 di dunia sebagai penyumbang gas rumah kaca dari kebakaran hutan dan pembakaran lahan gambut (yang diubah menjadi permukiman atau hutan industri). Jika kita tidak bisa menyelamatkan mulai dari sekarang, 5 tahun lagi hutan di Sumatera akan habis, 10 tahun lagi hutan Kalimantan yang habis, 15 tahun lagi hutan di seluruh Indonesia tak tersisa. Di saat itu, anak-anak kita tak lagi bisa\ menghirup udara bersih.
Jika kita tidak secepatnya berhenti boros energi, bumi akan sepanas planet Mars. Tak akan ada satupun makhluk hidup yang bisa bertahan, termasuk anak-anak kita nanti.
Cara-cara praktis dan sederhana 'mendinginkan' bumi :
1. Matikan listrik. (jika tidak digunakan, jangan tinggalkan alat elektronik dalam keadaan standby. Cabut charger telp. genggam dari stop kontak. Meski listrik tak mengeluarkan emisi karbon, pembangkit listrik PLN menggunakan bahan baker fosil penyumbang besar
emisi).
2. Ganti bohlam lampu ke jenis CFL, sesuai daya listrik. Meski harganya agak mahal, lampu ini lebih hemat listrik dan awet).
3. Bersihkan lampu (debu bisa mengurangi tingkat penerangan hingga 5%).
4. Jika terpaksa memakai AC....Tutup pintu dan jendela selama AC menyala. Atur suhu sejuk secukupnya, sekitar 21-24o C).
5. Gunakan timer (untuk AC, microwave, oven, magic jar, dll).
6. Alihkan panas limbah mesin AC untuk mengoperasikan water-heater.
7. Tanam pohon di lingkungan sekitar Anda.
8. Jemur pakaian di luar. Angin dan panas matahari lebih baik ketimbang memakai mesin (dryer) yang banyak mengeluarkan emisi karbon.
9. Gunakan kendaraan umum (untuk mengurangi polusi udara).
10. Hemat penggunaan kertas, bahan bakunya berasal dari kayu, seperti kertas tissue, kertas ATM (jika tidak perlu, tidak usah pakai slip), dll. menghemat 2 lembar tissue setiap hari, sama dengan menyelamatkan seratus pohon setiap tahun.
11. Say no to plastic. Hampir semua sampah plastic menghasilkan gas berbahaya ketika dibakar. Atau Anda juga dapat membantu mengumpulkannya untuk didaur ulang kembali.
YOU CAN DO IT BY SIMPLY DO ONE OR TWO GOOD THING OF THE ABOVE TO SAVE OUR NATION!!!!!
Mari bersama-sama mengurangi pemanasan di Bumi!!!
GAJEBOERS Lagi Dugem Dadakan

GAJEBOERS Lagi Dugem Dadakan
Location : Heaven yg dihijrahin jadi nya ke Centro
Timeline : Minggu 6-4-08 20.10 - Senin 7-4-08 02.35
Editted & written by : kucing
Outline : Diary Gajebo
Saat itu jem 8 malem, n gue baru aja melek karena kecapekan begadang 2 hari sblm nya
Dan si master ( huang ) nelpon gue, "Dimana cing? Jadi ke binus gak?"
Ya uda, gue langsung mandi, trus ngacir ke binus.
Oh ie, lupa bilang, malam ini bbrp anak gajebo berniat goyang2 di Heaven
Tertanda saat itu yg ngacir ke sono dari geng gajebo adalah :
gue, huang, amor, afei, tomat, riki, mamo, ony, liem, lix & jony
Ehem, lanjut dulu ya dari keadaan terakhir gue yg baru aja ngos2an nyampe di binus
Pertama gue ngumpul dulu di kos nya ony. Ada si huang & Tomat. Ga lama si liem & mamo dateng, trus di bawah ada lix n jony
Next stop, ke kos amor & afei
( ya iya lah... secara mereka yg punya guess list n free pass nya )
Di sono ngumpul deh semua sisa2nya, n total 11 org.
Wuih... merah2 semua...
Keliatan banget deh 11 org norak dengan gaya genit2 nya malem itu.
Wkakakakakaka
Brangkatnya sedikit mepet, uda jem 22 42.
Tante afei uda ngoceh2, ya uda diburu2 dah semuanya
Naek taksi nya seh 2. Tapi pembagian nya sedikit aneh deh.
Taksi I : gue, huang, afei, riki, tomat
Taksi II : joni, lix, ony, liem, amor, mamo
Pas lagi di jalan seh, gw khawatir tuh taksi II kenapa2, secara yg naek taksi II banyak kelas kakap nya.
*ngakak guling2*
Eniwei.... lanjut critanya... akhirnya kita semua nyampe di Dharmawangsa Square.
Tinggal ngesot ke atas deh nyampe Heaven
Eh satpamnya ngmg "Dek, acaranya pindah ke Centro"
Owalah... kita ber5 uda ngesot ke atas, ngesot lagi deh ke bawah
Malah ke bawah banget pula ampe ngebor ke bawah tanah, wakakak
Nah... we're all in the Centro right now, Waktu nunjuk jem 00.04
Para cong2, om2 kesepian blom pada dateng
Biasa musiknya ga terlalu enak, tapi skrg mayan oke lah
Liad aja tuh si master, liem, tomat joget2 dengan binalnya...
Kayaknya seh mo nyaingin bencong di arah jem 1 kita yang pamerin bokong bohay nya dengan goyangan ngebor meliuk2 yang MUNGKIN bikin laki2 nepsong
( kalo gue seh jelas2 kaga nepsong, pengen ktawa iya, wakakakak )
Si amor, afei, riki, mamo, ony sedang merokok sambil goyang2 dikit di depan
Lix n joni pacaran dengan mesranya... duh... bikin ngiri deh ya jeng...
Trus sisa gue. Gue ngapain?
Yah saat itu gue lagi lirik kanan kiri nyari yang oke ada gak,
sambil pelan2 nulis garis besar kejadian malam itu
( Centro tempatnya JELEK!!! SURAM!!! Gue mo hunting liad kiri kanan kan susah, scr dibuat remang2, lama2 kek dark room aja tuh tempat )
Oke acara starttttttttttt ( Akhirnya... cape gila!!! Nunggunya parah abis T_T )
Ehem2, list acaranya itu sebagai berikut ( kalo ada salah mohon dikoreksi yah ) :
1. Fire dance
( Apa coba dancenya... lebih tepat Fire blow. Cuma niup2 api. Ini mah bukan nampilin dance nya, tapi body si dancer nya, wkakaka )
2. Modern dance by Boyz r us
( yang cakep cuma 1 kalo mnrt gw *lirik2 ke dancer yg di tengah* )
3. Prince of Heaven
( Nah... ini dia neh... lol, gw lupa yg nomor brp, si master ampe komentar "aduh itu toket gede amat boooo" )
4. Lipsing by... lupa, wkakakak, pokoknya dengan dandanan banci2 geisha
Sisanya... yah gitu2 lah, nothing so damn special
Honestly, menurut gw acaranya a little bit boring
Selama show2 nya, gw ama tomat pesen Green Sands Energizing
Alamak.... untung kita ber2 pesen, dapet seat dehhhhhhhh
( phew... saatnya mengistirahatkan kaki gue yang uda teriak2 pegel ke otak gw daritadi )
Enihow... akhirnya dugem time dimulai
Musik dari DJ uda dilantunkan
Si master, liem, tomat, mamo uda narik2 gue ke tengah
Aduh... mbok ya jeng2 sekalian... gue cape kale... uda 2 malem pulang pagi mulu
Ya uda lah gw nurut aja deh
Si tomat... mulai deh langsung gila2an ( dasar cong joget )
Si master juga... haihz... ( Kyknya melampiaskan kekesalan gr2 di X2 di cekal ga bole masuk )
Si liem, mulai joget2 binal bareng si tomat ( Igh... kayak pacaran deh jeng wakakka )
Si mamo, ga jelas, wakakak
Bbrp saat goyang2 kaki n pantad n badan n tangan, gw kecapean
Akhirnya kabur ( yang tentu saja ditahan berkali2 ama tuh cong2 laknat ber4 yang lagi gila goyang pantad )
Ony diem2 duduk di seat, trus ada si riki lg asik ngerokok sambil smsan
N di depan gw ada lix ama jony lagi asik mesra2an pacaran
Argh!!!! Ini salah satu sebab gue sebel pergi ama orang pacaran
Mereka mesra2an di depan orang yg lg jomblo kesepian dan butuh belaian kasih sayang seorang pacar yang mencintai gue apa adanya
Aduh... gw disuru nontonin ananda gw ( lix ) pacaran mulu... haihz...
*bayangin gw lg teriak kenceng2*
GUE MAO PUNYA PACAR!!!!!!!!!!!!!!!
*sigh*
Jam menunjukkan pukul 02 : 35, dan ntah kenapa tante afei ribut2 ngerengek pulang
Yah... mungkin lagi cape kali ya, secara dia kan besok kerja juga
Akhirnya acara kita bubar deh....
Cong2 berbaju merah pada keluar dari Centro dan akhirnya kita ngacir ke binus
Ehem2... end of story aja ya di sini, secara abis itu kita cuma makan2 biasa doank.
Hohoho
Oke... here's the hot n weird ppl that I found that night :
1. ada bule cakep dengan pasangan nya yg dekil, item, ceking, pendek pula
( aduh... selera bule tuh aneh2 banget yaaaaa )
2. kyaaaa ada si cakep n seksi di arah jem 12 gue, tapi keknya dah ada bf nya
( lewattt )
3. si bencong pantad bohay yg gue sebut sebelumnya, di arah jem 1 kita
( itu pantad uda ditambah silikon kali ya, wakakaka )
4. si cakep baju kemeja garis2 yang joget2 di sebelah gw ama master
( si master ampe tarik2 ue "cakep tuh cing!!!" )
5. si seksi n ganteng baju putih ketat2 kenalan tante afei
( wuih... yang ini mah pengen deh gue bungkus bawa pulang )
6. gerombolan ga jelas yang drtd ngeliatin gue kl gue lg mo ke toilet
( sorry mate... not my type )
P.S. : Pengen pny pacar yang bisa diajak jalan2 bareng deh...
Love or parents?
n seperti orang pada umumnya sudah dewasa, seorang pendamping hidup memang kita butuhkan.. kita memang berbeda, tapi kita tetap makhluk sosial.. tetap butuh kehadiran orang lain dalam menemani hidup kita nanti.. nah, ribetnya adalah kita GAY.. apa yang bisa kita harapkan? suami? nikah? haha,.... jangan mimpi lha.. paling banter juga menjalani hubungan dengan orang yang sebagai pacar, paling jauh juga berkomitmen bersama, tanpa surat atau dokumen sah.. tapi? apakah akan disetujui orang tua? apa yang akan kita pilih? cinta atau orang tua? kesenangan diri kita atau orang tua? sebagai anak, tentu semua ingin berbakti atau minimal menyenangkan orang tua kita yang telah membimbing kita sampai sekarang...
tapi jika dihadapkan dalam 2 pilihan " love or parents ?" what we'll choose..
post ur opinion gay.. hope we can share together.. GBUs Comment!
Arti Persahabatan ( Sahabat Sejati)
Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan
dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan
mempunyai nilai yang indah.
Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi
persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan
bertumbuh bersama karenanya…
Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi
membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkanbesi,
demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya. Persahabatan
diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur-disakiti,
diperhatikan-dikecewakan, didengar-diabaikan, dibantu-ditolak,
namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan
dengan tujuan kebencian.
Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan
untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya
ia memberanikan diri menegur apa adanya.
Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman,
tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan
dengan tujuan sahabatnya mau berubah.
Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha
pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita
membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi
mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih
dari orang lain, tetapi justru ia beriinisiatif memberikan
dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya.
Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya,
karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis.
Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati,
namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya.
Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun
ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya.
Beberapa hal seringkali menjadi penghancur
persahabatan antara lain :
1. Masalah bisnis UUD (Ujung-Ujungnya Duit)
2. Ketidakterbukaan
3. Kehilangan kepercayaan
4. Perubahan perasaan antar lawan jenis
5. Ketidaksetiaan.
Tetapi penghancur persahabatan ini telah berhasil dipatahkan
oleh sahabat-sahabat yang teruji kesejatian motivasinya.
Renungkan :
**Mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yang mementingkan diri sendiri
“Dalam masa kejayaan, teman2 mengenal kita. Dalam kesengsaraan, kita mengenal teman2 kita.”**
Sumber : Blogsome
asal mula gajebo..
awal mula gua ( huang ) joind gajebo adl ajakan dr kuiki.. Huhu... 1 of the best man i ever known.. pertama kali join ni room msh sepi bgt.. cm ad klo ga salah 8 org.. n smua na jg org2 dr rmh sebelumnya.. tp sdkt demi sdkt, pelan2.. hahaha... rumah baru kita aka gajebo mengalami kemajuan.. setidak na sekarang sll lbh berpenghuni 2 digit.. 1 digit c klo ol subuh atau pagi2 buta.. hihi....
anak2 yg semua na gila dan berbacot luar biasa besar ( bacot na ga kalah ma janda , penghuni na kompak2 juga.. suka saling menghina, mencerca.. banci teriak banci, jalank teriak jalank, dsb merupakan hal yg uda biasa.. hihi...
kdg klo d liat mank semua na kasar2 dlm hal bicara,m tp d lirik dr segi yg lain, setidak nya tak ad yg munafik..
jd selamat menikmati hsl interaksi dr penghuni gajebo.. dr yg binal bgt, dr yg alim ( tp sebenarnya ga kalah binal ma yang lain jg ) berinteraksi.. bt tmn2 gajebo, ini mgk tuk menulis kisah kita.. kehidupan sehari-hari kita yg mgk bs kt kenang selalu..
Luph u ol, pals.. thx to be into my life..
Luph u ol..
